BLOG JUFRI

Wartawan Haluan Padang

    Iklan
  • Kategori

  • Arsip

Sertifikasi Guru Sebuah Keharusan

Posted by jufrisyahruddin pada Juni 6, 2007

js.jpgPEMERINTAH akan segera merealisasikan pelaksanaan Undang-undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) dengan melaksanakan program sertifikasi bagi guru di setiap jenjang pendidikan TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, SMPLB atau SMALB di seluruh tanah air. Pelaksanaan kegiatan sertifikasi itu telah dimulai di penghujung tahun 2006 ini dalam bentuk ujian tulis di sejumlah kabupaten dan kota di
Indonesia.

Jumlah guru di Indonesia saat berjumlah 2,6 juta orang. Menurut rencana pemerintah,  pelaksanaan sertifikasi tersebut akan selesai dalam 10 tahun. Pemerintah tidak bisa melakukan sertifikasi terhadap semua guru dalam waktu singkat karena menyangkut anggaran belanja Negara. Jika seorang guru sudah diberikan sertifikat pendidik, maka ia berhak atas kesejahteraan yang disebutkan dalam UUGD.

Oleh karena itu, jumlah guru yang akan disertifikasi di setiap provinsi akan ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan quota. Kemungkinan besar quota untuk tiap provinsi tidak akan sama besarnya mengingat ada provinsi yang memiliki guru dengan jumlah besar seperti DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumut.

Provinsi kemudian menetapkan pula quota untuk tiap
kota dan kabupaten sehingga terjadi pemerataan dan keadilan. Tentu tidak mungkin pula setiap kabupaten dan
kota mendapat jumlah yang sama.

Pelaksanaan sertifikasi adalah suatu keharusan karena telah dituntut oleh undang-undang. Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 1 disebutkan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sementara itu pada ayat 3 dinyatakan lagi  bahwa kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial.

Untuk ke depan, guru di setiap jenjang pendidikan mulai dari SD/MI hingga SMA/MA/SMK harus memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau D-4. Hal ini sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 pasal 29 1 s.d 6 yang menegaskan bahwa kualifikasi akademik minimal bagi guru SD hingga SMA adalah S-1 atau D-4. Dengan demikian sesuai dengan PP SNP di atas, mereka yang akan diberi hak untuk ikut sertifikasi guru hanyalah yang sudah memiliki pendidikan sarjana atau diploma 4 saja.

Lalu pertanyaan sekarang bagaimana nasib sebagian besar guru yang kini belum lagi memiliki ijazah S-1 atau D-4? Jumlah mereka ini sangat banyak terutama yang berada di jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Karena peraturan pemerintah yang mengatur tentang hal ini belum lagi terbit, para guru yang memang belum memiliki ijazah S-1 dan D-4 ini tidak perlu resah.

Kita yakin bahwa pemerintah tidak akan merugikan mereka yang tidak punya kualifikasi akademik S-1 dan D-4 itu, apalagi jika para guru itu sudah berdinas puluhan tahun dan hampir pensiun. Masalah tersebut besar kemungkinan akan diatur tersendiri dalam peraturan pemerintah.

Pemenuhan persyaratan kualifikasi akademik minimal S1/D4 harus dibuktikan dengan ijazah dan persyaratan relevansi yang mengacu kepada jenjang pendidikan yang dimiliki dan mata pelajaran yang dibina. Misalnya, guru SD dipersyaratkan lulusan S1/D4 jurusan/program studi PGSD/Psikologi atau Pendidikan lainnya, sedangkan guru matematika SMP, MTs, SMA, MA dan SMK dipersyaratkan lulusan S1/D4 jurusan/program studi Matematika atau Pendidikan Matematika. Sementara itu, pemenuhan persyaratan penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial mesti dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

Sertifikiasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru dan pendidikan dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di
Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan guru berpa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.  Tunjangan tersebut berlaku bagi guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru yang berstatus swasta.

Data yang dikeluarkan oleh Direktur Ketenagaan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa di beberapa Negara, sertifikasi guru telah diberlakukan secara ketat, misalnya, di Amerika Serikat, Inggris dan
Australia. Sementara itu di
Denmark baru dimulai tahun 2003 yang lalu. Akan tetapi, ada juga negara yang tidak melakukan sertifikasi guru dan hanya memberlakukan kendali mutu dengan mengontrol secara ketat mutu pendidikan dan kelulusan di lembaga penghasil guru.

Sertifikasi guru ini bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, dan meningkatkan profesionalisme guru.


Ada pun manfaat sertifikasi yang akan dilakukan pemerintah adalah untuk melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra profesi guru. Di samping itu, untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak professional serta menjaga lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku. (Bersambung)

Iklan

2 Tanggapan to “Sertifikasi Guru Sebuah Keharusan”

  1. betuul pak kalau mau mengangkat derajat dan penghasilan guru, biar ngajarnyanya enjoy karena tidak harus cari tambahan penghasilan. sehingga guru dalam mengajar profesional!!!.

  2. jufrisyahruddin said

    Terima kasih atas komentarnya Mr. Bands 007. Kita memang harus memperhatikan kesejahteraan guru demi kemajuan bangsa ke depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: